Rabu, 07 Desember 2011

Komponen Biaya Pembuatan Buku

Harga pokok produksi (hpp) cetak buku dilakukan dengan cara menghitung semua biaya dan komponen cetak (ongkos cetak) yang terkait dalam proses pembuatan buku. Didalam pencetakan buku ada beberapa proses yang harus diketahui karena setiap proses pembuatan buku dari awal proses sampai akhir proses harus diperhitungkan, maka harus dibuatkan flow proses (alur produksi cetak) dahulu. 


Hal-hal yang harus dihitung dalam pencetakan buku adalah : 1. Biaya Desain isi dan cover buku 2. Biaya setting naskah 3. Biaya pembuatan film separasi ( FC ) 4. Biaya pembuatan film negatif dan positif 5. Biaya montage cover buku 6. Biaya montage isi buku 7. Biaya plate cover buku 8. Biaya plate isi buku 9. Biaya kertas cover buku 10. Biaya kertas isi buku 11. Biaya pencetakan (ongkos cetak) cover buku 12. Biaya pencetakan (ongkos cetak) isi buku 13. Biaya pelipatan isi buku 14. Biaya pengomplitan 15. biaya penjilidan; jilid kawat; jilid lem; jilid benang 16. Biaya pemotongan (ongkos potong kertas/sisir kertas) 17. Biaya pengepakan 18. Perhitungan total biaya: PPn + PPh Margin keuntungan Harga per buku Faktor-faktor yang mempengaruhi Harga Pokok Produksi : a) Tingkatan Efisiensi HPP Cetak HPP dapat dikatakan efisiensi jika harga yang ditawarkan perusahaan percetakan terhadap order buku cukup kompetitif dengan kwalitas cetak terjamin baik. b) Kualitas Buku Penetapan harga sesuai dengan kwalitas buku jika harga buku sama dengan mutu cetak sehingga dapat bersaing dengan percetakan-percetakan yang lain. c) Ketepatan jadwal Produksi Penetapan harga dianggap bijaksana dan tepat jika jadwal produksi dilaksanakan tepat waktu. Ketepatan waktu penyerahan hasil cetak sangat penting. Ketepatan waktu sangat memperngaruhi kredibilitas dan profit dari percetakan d) Kelancaran waktu penyerahan/pengiriman Apabila penyerahan buku ke perbitan sesuai dengan jadwal produksi berarti penerbit memperoleh ketepatan waktu edar. Ketepatan waktu edar mempengaruhi laku tidaknya buku e) Sehatnya pertumbuhan perusahaan percetakan Kelancaran produksi, ketepatan waktu, baiknya mutu cetakan dan terjaminnya harga cetak berarti akan memperlancar pembayaran dari pelanggan ( penerbitan ). Kelancaran pembayaran akan memperlancar cash flow percetakan sehingga perusahaan bisa tumbuh dengan sehat. [] Sumber; http://mesinpercetakan.com

Selasa, 11 Oktober 2011

Komponen Biaya Pembuatan Buku


Harga pokok produksi (hpp) cetak buku dilakukan dengan cara menghitung semua biaya dan komponen cetak (ongkos cetak) yang terkait dalam proses pembuatan buku. Didalam pencetakan buku ada beberapa proses yang harus diketahui karena setiap proses pembuatan buku dari awal proses sampai akhir proses harus diperhitungkan, maka harus dibuatkan flow proses (alur produksi cetak) dahulu.

Hal-hal yang harus dihitung dalam pencetakan buku adalah :

1. Biaya Desain isi dan cover buku
2. Biaya setting naskah
3. Biaya pembuatan film separasi ( FC )
4. Biaya pembuatan film negatif dan positif
5. Biaya montage cover buku
6. Biaya montage isi buku
7. Biaya plate cover buku
8. Biaya plate isi buku
9. Biaya kertas cover buku
10. Biaya kertas isi buku
11. Biaya pencetakan (ongkos cetak) cover buku
12. Biaya pencetakan (ongkos cetak) isi buku
13. Biaya pelipatan isi buku
14. Biaya pengomplitan
15. biaya penjilidan; jilid kawat; jilid lem; jilid benang
16. Biaya pemotongan (ongkos potong kertas/sisir kertas)
17. Biaya pengepakan
18. Perhitungan total biaya:
PPn + PPh
Margin keuntungan
Harga per buku

Faktor-faktor yang mempengaruhi Harga Pokok Produksi :

a) Tingkatan Efisiensi HPP Cetak

HPP dapat dikatakan efisiensi jika harga yang ditawarkan perusahaan percetakan terhadap order buku cukup kompetitif dengan kwalitas cetak terjamin baik.

b) Kualitas Buku

Penetapan harga sesuai dengan kwalitas buku jika harga buku sama dengan mutu cetak sehingga dapat bersaing dengan percetakan-percetakan yang lain.

c) Ketepatan jadwal Produksi

Penetapan harga dianggap bijaksana dan tepat jika jadwal produksi dilaksanakan tepat waktu. Ketepatan waktu penyerahan hasil cetak sangat penting. Ketepatan waktu sangat memperngaruhi kredibilitas dan profit dari percetakan

d) Kelancaran waktu penyerahan/pengiriman

Apabila penyerahan buku ke perbitan sesuai dengan jadwal produksi berarti penerbit memperoleh ketepatan waktu edar. Ketepatan waktu edar mempengaruhi laku tidaknya buku

e) Sehatnya pertumbuhan perusahaan percetakan

Kelancaran produksi, ketepatan waktu, baiknya mutu cetakan dan terjaminnya harga cetak berarti akan memperlancar pembayaran dari pelanggan ( penerbitan ). Kelancaran pembayaran akan memperlancar cash flow percetakan sehingga perusahaan bisa tumbuh dengan sehat. []

               Sumber : http://mesinpercetakan.com

INDUSTRI CETAK DIGITAL DI INDONESIA


Teknologi cetak digital mulai booming di Indonesia sekitar awal tahun 2002 ditandai dengan semakin banyaknya printer warna yang beredar di pasaran. Dengan adanya printer berwarna orang semakin mudah untuk mencetak dokumen yang umumnya membutuhkan custom tersendiri dan dalam jumlah tidak terlalu banyak. Teknologi ini semakin dikenal ketika printer-printer yang beredar semakin menunjukkan kualitas yang signifikan untuk proses cetak photo.
Perkembangan teknologi cetak digital ini membuka peluang yang beragam bagi kalangan pengusaha cetak, mulai dari usaha print warna, cetak photo, cetak kartu nama, cetak undangan, dsb. Teknologi ini semakin diminati ketika sistem infus tinta dikenalkan, dimana dengan sistem tinta printer dapat diisi dalam volume yang banyak dan dipantau secara mudah serta dengan sistem infus bisa menekan biaya produksi cetak jauh lebih murah dibandingkan menggunakan tinta original. Selain sistem infus, perkembangan media cetak juga mendorong masyarakat menggunakan cetak digital, dimana media cetak yang tersedia bukan berupa kertas HVS saja tapi meliputi kertas photo, kerta inkjet, plastik, bahkan ke kain sekalipun.
Begitulah akhirnya, teknologi cetak digital semakin meluas pemakaiannya di kalangan masyarakat. Banyak pihak yang mengatakan bahwa teknologi ini akan menggeser teknologi offset tapi menurut pengamatan kami teknologi cetak tidak akan bisa menggeser teknologi offset secara full karena adanya keterbatasan dalam cetak digital itu sendiri terutama dalam hal harga dan kecepatan cetak. Yang terpenting ketika anda akan mencetak menggunakan teknologi ini anda harus paham akan kelebihan dan kekurangannya sehingga anda bisa mengoptimalka secara baik, tidak perlu memaksa menggunakan teknologi ini jika cara manual lebih murah dan menguntungkan. 
                      sumber : http://ronitadp.wordpress.com/cetak-digital/

Profil


Visi: Narotama University Press (NUP) adalah unit kerja yang dibentuk untuk supporting unit dan unit generating revenue dari Universitas Narotama sebagai pelaksana quality control terhadap segala bentuk produk cetakan.

Misi:
  1. NUP menerbitkan dan mencetak segala produk baik yang bersifat cetakan, desain grafis, dan project-project yang mendukung pencitraan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Universitas Narotama.
  2. NUP merintis, mengembangkan, dan memprakarsai penerbitan buku-buku ilmiah dan populer, tulisan ilmiah, jurnal, serta melakukan konsep, desain, editing terhadap naskah dan tulisan para pengajar maupun dari segenap elemen yang bernaung di bawah Universitas Narotama.
  3. NUP menerbitkan dan mencetak buku-buku ilmiah atau populer karya penulis dari luar Universitas Narotama, serta melakukan kerja sama dengan instansi lain dalam bidang penerbitan dan percetakan.


                                                Sumber : http://naupress.narotama.ac.id/index.php/profil